Pernah nggak sih, kamu lagi asyik ngobrol sama desainer interior, terus tiba-tiba dia nanya, "Kamu sukanya gaya apa? Industrial, Skandinavia, atau mungkin Japandi?" Nah, di situ hati langsung deg-degan. Kamu bingung mau jawab apa, karena jujur aja, kamu nggak paham bedanya gaya-gaya itu. Rasanya pengen bilang, "Yang penting rumahnya enak dilihat dan nyaman ditempati, Pak!"
Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak orang yang baru mau renovasi rumah merasa minder kalau ditanya soal gaya desain. Padahal, pertanyaan itu bukan untuk menguji pengetahuanmu, kok. Desainer butuh tahu arah yang kamu suka supaya hasilnya sesuai keinginanmu. Nah, biar kamu nggak bingung lagi, ini dia beberapa solusi jitu yang bisa kamu coba.
Kenali Dulu, Gaya Itu Cuma Alat Bantu
Pertama-tama, pahami bahwa istilah gaya seperti Industrial, Minimalis, atau Klasik itu hanyalah cara desainer untuk mengelompokkan preferensi visual. Kamu nggak wajib hafal semua istilah itu. Yang penting, kamu bisa mengenali mana yang membuatmu merasa nyaman dan senang.
Mulai dari Hal yang Kamu Suka
Daripada pusing mikirin nama gaya, coba deh perhatikan hal-hal kecil di sekitarmu. Buka galeri foto di ponselmu, atau scroll media sosial. Perhatikan gambar rumah, kafe, atau hotel yang menurutmu menarik. Tanyakan pada dirimu sendiri:
- Warna apa yang paling sering muncul? Apakah kamu suka suasana terang dengan warna netral, atau justru warna-warna berani?
- Material apa yang terasa dekat di hati? Apakah kamu suka kayu yang hangat, beton yang cool, atau marmer yang mewah?
- Suasana seperti apa yang kamu bayangkan saat berada di rumah? Apakah kamu ingin serasa di resort yang santai, atau di galeri seni yang rapi?
Catat semua preferensi itu, meskipun terkesan acak. Misalnya, kamu suka lantai kayu, dinding putih bersih, dan banyak tanaman hijau. Nah, dari situ, desainer bisa membantu meramu menjadi konsep yang pas.
Kumpulkan Referensi Visual, Bukan Nama Gaya
Ini cara paling ampuh. Daripada bingung menyebut nama gaya, kamu bisa langsung tunjukkan gambar-gambar yang kamu suka. Simpan foto-foto inspirasi dari Pinterest, Instagram, atau majalah desain. Buatlah semacam moodboard, baik secara fisik maupun digital.
Saat bertemu desainer, tunjukkan koleksi gambar itu. Bilang saja, "Saya suka suasana yang seperti ini, tapi nggak tahu namanya. Kira-kira bisa dibuat seperti ini nggak?" Dengan begitu, desainer akan lebih mudah menangkap keinginanmu daripada kamu harus merangkai kata-kata yang belum kamu kuasai.
Jangan Takut Mengaku Tidak Tahu
Kalau memang nggak tahu, jangan dibuat-buat. Justru lebih baik jujur dari awal. Kamu bisa bilang, "Jujur, saya nggak begitu paham soal gaya-gaya desain. Yang jelas, saya suka suasana yang hangat dan tidak terlalu ramai. Tolong bantu saya cari tahu ya, kira-kira cocoknya gaya apa?"
Percayalah, desainer yang profesional justru senang dengan kejujuran seperti ini. Mereka akan merasa dihargai karena dipercaya untuk memberikan solusi terbaik. Mereka akan memandu kamu dengan sabar, menjelaskan perbedaan gaya dengan bahasa yang sederhana, dan membantu kamu menemukan gaya yang paling sesuai dengan kepribadianmu.
Fokus pada Kebutuhan dan Aktivitas Sehari-hari
Cara lain yang praktis adalah dengan memikirkan bagaimana kamu menjalani hidup di rumah. Apakah kamu sering menerima tamu? Apakah kamu butuh ruang kerja yang tenang? Apakah kamu punya anak kecil yang aktif?
Sampaikan hal-hal ini kepada desainer. Misalnya, "Saya dan suami suka memasak, jadi butuh dapur yang luas dan mudah dibersihkan. Kami juga sering mengundang teman-teman untuk nonton bareng, jadi ruang keluarga harus nyaman untuk banyak orang."
Dari kebutuhan fungsional ini, desainer bisa merancang ruang yang tidak hanya indah, tapi juga sesuai dengan gaya hidupmu. Lagipula, rumah yang baik adalah yang bisa mendukung aktivitas penghuninya dengan nyaman.
Jangan Terpaku pada Satu Gaya
Nggak ada aturan baku yang mengharuskan rumahmu bergaya seragam dari ruang tamu sampai kamar tidur. Kamu bisa memadukan beberapa elemen dari gaya yang berbeda asalkan tetap harmonis. Misalnya, kamu suka kesan bersih dari gaya minimalis, tapi juga ingin sentuhan hangat dari gaya rustic.
Desainer interior yang berpengalaman biasanya pandai memadukan berbagai elemen ini menjadi satu kesatuan yang unik dan personal. Justru, hasil desain yang paling menarik seringkali lahir dari percampuran gaya yang tidak terduga.
Ikuti Kata Hati, Bukan Tren
Memang, mengikuti tren itu tidak salah. Tapi, yang lebih penting adalah bagaimana kamu merasa betah di rumah sendiri. Gaya yang sedang populer belum tentu cocok untukmu dalam jangka panjang. Rumah adalah tempat kamu beristirahat dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Jadi, pastikan desainnya membuatmu senang setiap kali memandangnya, bukan malah bikin stres karena harus terus mengikuti perkembangan tren.
Kalau kamu masih bingung juga, nggak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan desainer interior profesional. Mereka bisa membantumu menggali preferensi yang mungkin belum kamu sadari. Mereka juga bisa memberikan saran tentang anggaran, material, dan tata letak yang efisien.
Intinya, nggak perlu takut atau malu kalau kamu nggak paham soal gaya desain. Yang terpenting, kamu tahu apa yang kamu suka dan butuhkan. Dengan komunikasi yang baik dan bantuan desainer, rumah impianmu pasti bisa terwujud. Jadi, siap untuk memulai perjalanan desain rumahmu?