Pernah nggak sih, kamu merasa deg-degan saat mau konsultasi dengan desainer interior? Apalagi kalau ditanya, "Kamu suka gaya apa? Modern, minimalis, atau industrial?" Padahal di dalam hati kamu cuma bisa menjawab, "Yang penting bagus, enak dilihat, dan nyaman." Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak orang yang awam soal desain tapi tetap ingin rumahnya terlihat indah. Nah, artikel ini akan membahas bagaimana cara menghadapi pertanyaan soal gaya tanpa harus pusing dengan istilah-istilah teknis.
Kenali Dulu Kebutuhan dan Keseharianmu
Sebelum memikirkan gaya, coba mulai dari hal yang paling kamu pahami: bagaimana kamu menjalani hari-hari di rumah. Apakah kamu sering bekerja dari rumah? Apakah kamu suka memasak dan butuh dapur yang luas? Apakah kamu punya anak kecil yang butuh ruang bermain? Jawaban-jawaban ini justru lebih penting daripada sekadar gaya. Desainer yang baik akan mendengarkan kebutuhanmu dan menerjemahkannya ke dalam desain yang sesuai, termasuk gaya yang tepat.
Kumpulkan Inspirasi dengan Cara yang Mudah
Kamu tidak perlu membaca buku desain atau menghafal nama-nama gaya. Cukup buka media sosial seperti Pinterest atau Instagram, lalu simpan foto-foto ruangan yang kamu suka. Jangan pikirkan dulu ini gaya apa. Yang penting, kamu merasa "wah, ini rumah impianku." Setelah mengumpulkan beberapa foto, perhatikan pola yang muncul. Mungkin kamu cenderung menyukai warna-warna hangat, atau justru suka nuansa monokrom, atau mungkin kamu suka furnitur kayu yang natural. Pola ini akan menjadi petunjuk besar bagi desainer untuk mengerti seleramu.
Jangan Takut Menggunakan Kata-Kata Sederhana
Saat bertemu desainer, kamu bisa terus terang. Katakan saja, "Saya nggak paham istilah desain, tapi saya suka suasana yang tenang dan hangat." Atau, "Saya ingin rumah yang terlihat bersih dan rapi, tapi tidak kaku." Ini bukan hal yang memalukan. Justru dengan jujur, desainer bisa lebih mudah membantumu. Mereka terbiasa berkomunikasi dengan klien yang awam, jadi mereka akan menjelaskan dengan bahasa yang lebih sederhana.
Fokus pada Perasaan, Bukan Nama Gaya
Daripada menghafal istilah seperti skandinavia, industrial, atau klasik, coba fokus pada perasaan yang ingin kamu rasakan di rumah. Apakah kamu ingin merasa rileks? Ingin merasa semangat? Ingin merasa bangga saat menerima tamu? Ketika kamu bisa mengungkapkan perasaan tersebut, desainer akan lebih mudah mencarikan solusi. Misalnya, jika kamu ingin merasa rileks, mereka mungkin akan menyarankan warna-warna netral, pencahayaan yang lembut, dan furnitur yang nyaman.
Manfaatkan Pertanyaan yang Sama untuk Semua Desainer
Jika kamu masih bingung, kamu bisa menyiapkan beberapa pertanyaan yang sama untuk ditanyakan kepada setiap desainer yang kamu temui. Contohnya: "Bagaimana cara membuat ruangan kecil terasa lebih luas?" atau "Material apa yang mudah dibersihkan dan tahan lama?" Dengan begitu, kamu bisa membandingkan jawaban mereka dan melihat siapa yang paling sesuai dengan kebutuhanmu. Ini juga membantumu merasa lebih siap dan tidak canggung.
Ingat, Desainer Itu Mitramu, Bukan Penguji
Kadang kita merasa seperti sedang ujian saat ditanya soal gaya. Padahal, desainer interior itu adalah mitra yang ingin mewujudkan impianmu. Mereka tidak akan menilai kamu bodoh atau kurang berpengetahuan. Tugas mereka adalah mendengarkan, memberi saran, dan bekerja sama denganmu. Jadi, anggap saja konsultasi itu seperti ngobrol santai dengan teman yang ahli di bidangnya.
Percayai Insting dan Proses
Setelah kamu menyampaikan kebutuhan dan perasaanmu, biarkan desainer bekerja. Mereka akan menyusun konsep yang mungkin saja di luar bayanganmu. Jangan langsung menolak jika ada ide yang asing. Tanyakan alasannya, dan coba pahami. Terkadang, desainer punya trik yang justru membuat rumahmu lebih fungsional dan indah. Percayai prosesnya, dan kamu akan melihat hasil yang mungkin melebihi ekspektasimu.
Jangan Malu untuk Mengatakan "Saya Kurang Tahu"
Ini poin yang paling penting. Jika kamu tidak mengerti istilah atau konsep yang disampaikan desainer, langsung tanyakan. Misalnya, "Apa itu aksen?" atau "Kenapa harus memakai cat doff?" Desainer pasti dengan senang hati menjelaskan. Lebih baik bertanya daripada diam-diam bingung dan akhirnya tidak nyaman dengan hasilnya. Ingat, tidak ada pertanyaan yang bodoh.
Jadi, tidak perlu takut lagi ditanya soal gaya. Yang terpenting adalah kamu tahu apa yang kamu butuhkan dan kamu bisa mengkomunikasikannya dengan jujur. Desainer yang baik akan membantumu menemukan gaya yang paling pas, bahkan jika kamu sendiri tidak tahu namanya. Selamat memulai perjalanan mendesain rumah impianmu!