Cara Desainer Interior Menghitung Kebutuhan Material Biar Kamu Nggak Mubazir Belanja

Cara Desainer Interior Menghitung Kebutuhan Material Biar Kamu Nggak Mubazir Belanja

Temukan trik desainer interior dalam menghitung kebutuhan material secara akurat, sehingga kamu tidak kelebihan atau kekurangan saat belanja bahan renovasi.

Mau renovasi rumah atau sekadar mendekor ulang kamar? Salah satu hal yang paling bikin pusing adalah memperkirakan berapa banyak material yang harus dibeli. Beli terlalu banyak, buang-buang uang. Beli terlalu sedikit, malah bolak-balik ke toko bangunan. Tenang, ada cara yang dipakai desainer interior untuk menghitung kebutuhan material dengan akurat. Yuk, simak triknya!

Kenapa Harus Hitung Material dengan Benar?

Menghitung material bukan cuma soal hemat uang, tapi juga soal efisiensi waktu dan tenaga. Kalau kamu membeli cat terlalu banyak, sisa cat itu mungkin akan mengering dan tidak terpakai. Kalau kamu membeli keramik kurang, kamu harus mencari stok tambahan yang mungkin sudah beda batch warnanya. Dengan perhitungan yang tepat, kamu bisa menghindari semua masalah itu.

Langkah Awal: Ukur dengan Teliti

Semua perhitungan dimulai dari pengukuran. Kamu nggak perlu jadi ahli matematika, cukup siapkan meteran, kertas, dan pensil. Catat ukuran panjang, lebar, dan tinggi ruangan yang akan dikerjakan. Untuk lantai, kamu cukup mengalikan panjang dan lebar ruangan. Misalnya, ruangan 4 meter x 5 meter, maka luasnya 20 meter persegi. Jika kamu masih bingung cara mengukurnya, menghitung luas ruangan untuk desain interior itu mudah, begini caranya.

Untuk dinding, hitung luas setiap sisi dinding, lalu kurangi dengan luas pintu dan jendela agar tidak mubazir. Jangan lupa ukur juga tinggi dinding, karena itu memengaruhi jumlah cat atau wallpaper yang dibutuhkan.

Kenali Karakter Material yang Dipakai

Setiap material punya karakteristik yang berbeda. Misalnya, keramik atau lantai kayu biasanya dijual per dus dengan ukuran tertentu. Sebelum beli, cek dulu berapa luas yang bisa ditutupi oleh satu dus. Informasi ini biasanya tertera di kemasan. Cat tembok juga punya daya sebar yang berbeda-beda, biasanya tertera di kaleng cat. Ada cat yang bisa menutup area 10 meter persegi per liter, ada juga yang lebih atau kurang.

Rumus Sederhana untuk Menghitung Material

Setelah kamu tahu luas area dan cakupan material per unit, gunakan rumus berikut:

  • Jumlah material = Luas area / Cakupan per unit

Contohnya, jika luas lantai 20 meter persegi dan satu dus keramik bisa menutup 1 meter persegi, maka kamu butuh 20 dus keramik. Tapi, jangan lupa tambahkan sekitar 5-10% sebagai cadangan. Kenapa? Karena keramik bisa pecah saat dipasang, atau kamu perlu memotongnya di bagian tepi.

Untuk cat, jika satu liter cat bisa menutup 10 meter persegi untuk satu lapis, dan kamu ingin mengecat dua lapis, maka kebutuhan cat adalah (luas dinding / 10) x 2. Tambahkan juga sekitar 10% untuk berjaga-jaga.

Jangan Lupa Faktor Keamanan (Cadangan)

Desainer interior selalu menambahkan persentase cadangan dalam setiap perhitungan. Ini bukan karena mereka pesimis, tapi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga. Misalnya, ada bagian yang rusak saat proses pemasangan, atau kamu salah potong. Untuk material seperti keramik, granit, atau kayu, tambahan 5-10% adalah standar. Untuk cat, tambahan 10% sangat dianjurkan karena cat sering terbuang saat mengganti roller atau kuas.

Konsultasi dengan Tukang atau Desainer

Kalau kamu masih ragu dengan perhitunganmu sendiri, tidak ada salahnya bertanya pada tukang yang akan mengerjakan atau pada desainer interior. Mereka sudah berpengalaman dan bisa memberikan estimasi yang lebih akurat. Terkadang, ada faktor-faktor seperti bentuk ruangan yang tidak beraturan atau tekstur dinding yang memengaruhi kebutuhan material. Tukang yang berpengalaman biasanya sudah hafal dengan hal-hal seperti ini. Sebelum konsultasi, ada baiknya kamu juga menghitung budget desain interior rumah pertama tanpa pusing agar diskusi lebih terarah.

Tips Membeli Material agar Tidak Mubazir

Selain menghitung dengan benar, ada beberapa tips belanja yang bisa kamu terapkan:

  • Beli dalam satu waktu: Usahakan membeli semua material dalam satu waktu agar warnanya konsisten, terutama untuk cat atau keramik yang bisa berbeda batch.
  • Manfaatkan sisa dengan bijak: Kalau ternyata masih ada sisa material, jangan langsung buang. Sisa keramik bisa disimpan untuk penggantian di masa depan. Sisa cat bisa digunakan untuk touch-up.
  • Bandingkan harga: Jangan ragu untuk membandingkan harga di beberapa toko. Kadang, membeli dalam jumlah banyak bisa dapat diskon.
  • Perhatikan tanggal produksi: Untuk material seperti cat atau lem, pastikan tanggal produksinya masih baru agar kualitasnya baik.

Penutup

Menghitung kebutuhan material memang butuh ketelitian, tapi bukan hal yang sulit. Dengan mengukur area, memahami cakupan material, dan menambahkan cadangan, kamu bisa berbelanja lebih efisien. Hasilnya, renovasi berjalan lancar tanpa buang-buang uang atau waktu. Semoga tips ini bermanfaat untuk proyek rumahmu!

Back to All Articles