Pernahkah kamu merasa bingung ketika ditanya soal gaya desain interior yang kamu sukai? Tenang, kamu tidak sendirian. Kebanyakan orang memang tidak bisa menjelaskan dengan kata-kata. Tapi tahukah kamu? Seorang desainer interior bisa tahu banyak tentang seleramu hanya dengan memperhatikan beberapa hal kecil. Ini bukan sihir, melainkan keahlian membaca visual dan kebiasaan. Yuk, kita bahas bagaimana caranya.
1. Melihat Cara Kamu Berpakaian
Percaya atau tidak, pilihan pakaianmu adalah petunjuk pertama. Desainer akan memperhatikan warna, pola, dan bahan yang kamu kenakan. Apakah kamu suka warna netral seperti hitam, putih, atau abu-abu? Atau berani dengan warna cerah? Apakah kamu lebih suka bahan yang lembut dan mengalir, atau yang tegas dan terstruktur? Semua itu mencerminkan kepribadianmu yang bisa diterjemahkan ke dalam desain ruangan. Misalnya, jika kamu suka gaya kasual dengan denim dan kaos, kemungkinan besar kamu akan nyaman dengan desain yang santai dan tidak kaku. Sebaliknya, jika kamu sering tampil rapi dengan blazer, kamu mungkin lebih suka suasana yang formal dan elegan.
2. Mengamati Gaya Hidup dan Aktivitas
Desainer juga akan bertanya tentang kegiatanmu sehari-hari, tapi sebenarnya mereka bisa menebak dari caramu bercerita. Apakah kamu sering bekerja dari rumah? Apakah kamu suka memasak? Apakah kamu sering mengadakan acara kumpul keluarga? Semua aktivitas ini memengaruhi kebutuhan ruangan. Seorang desainer akan mendesain ruang yang sesuai dengan kebiasaanmu. Misalnya, jika kamu seorang yang suka membaca, mereka akan menciptakan sudut baca yang nyaman dengan pencahayaan yang baik. Jika kamu suka memasak, dapur akan dirancang agar fungsional dan menyenangkan. Jadi, jangan heran jika desainer bisa menebak bahwa kamu butuh ruang penyimpanan yang besar atau area santai di ruang keluarga.
3. Mendengarkan Kata-kata yang Kamu Ucapkan
Meskipun kamu mungkin tidak tahu istilah desain, kata-kata yang kamu gunakan sehari-hari bisa menjadi petunjuk. Kata-kata seperti “nyaman”, “hangat”, “bersih”, atau “modern” adalah sinyal penting. Desainer akan mendengarkan dengan saksama kata-kata yang kamu ulang-ulang. Ini membantu mereka memahami suasana yang kamu inginkan. Misalnya, jika kamu sering bilang “Aku ingin rumah yang adem”, desainer akan mengarahkan desain ke warna-warna sejuk, pencahayaan alami, dan material yang terasa dingin. Jadi, jangan ragu untuk berbicara apa adanya. Justru itu yang membantu.
4. Melihat Kebiasaan di Media Sosial
Di era digital, media sosial adalah jendela ke dalam selera seseorang. Desainer mungkin akan meminta kamu untuk mengirimkan gambar-gambar yang kamu sukai, baik dari Pinterest, Instagram, atau platform lainnya. Ini adalah cara yang paling langsung untuk mengetahui selera. Namun, yang lebih menarik, mereka juga bisa melihat pola dari gambar-gambar yang kamu simpan. Apakah kamu lebih sering menyimpan foto ruang tamu yang terang atau kamar tidur yang gelap? Ini memberikan gambaran yang jelas tentang preferensi visualmu. Jadi, jika kamu belum punya koleksi gambar, mulailah menyimpan ide-ide yang kamu suka. Ini akan sangat membantu proses desain.
5. Mengamati Reaksi Emosionalmu
Desainer yang berpengalaman akan mengamati reaksimu ketika melihat contoh desain. Mereka mungkin akan menunjukkan beberapa gambar dan melihat mana yang membuat matamu berbinar. Ekspresi wajah dan bahasa tubuhmu adalah petunjuk yang kuat. Jika kamu tersenyum atau mengangguk ketika melihat sebuah gambar, itu tandanya kamu menyukainya. Sebaliknya, jika kamu mengerutkan dahi atau mengalihkan pandangan, itu berarti kurang cocok. Desainer akan menggunakan reaksi ini untuk menyempurnakan arah desain.
6. Memahami Ruang yang Kamu Huni Sekarang
Terakhir, desainer akan melihat bagaimana kamu menggunakan ruangan yang ada. Apakah ruang tamumu penuh dengan barang-barang yang tidak terpakai? Apakah kamu lebih suka minimalis atau suka memajang koleksi? Ini menunjukkan bagaimana kamu berinteraksi dengan ruang. Desainer akan menyesuaikan desain dengan gaya hidupmu, bukan sebaliknya. Misalnya, jika kamu orang yang tidak suka berantakan, desain akan menekankan pada penyimpanan tersembunyi dan garis yang bersih.
Kesimpulan
Jadi, tidak perlu khawatir jika kamu merasa tidak bisa menjelaskan selera desainmu. Desainer interior memiliki keahlian untuk membaca banyak hal dari dirimu. Mulai dari cara berpakaian, gaya hidup, hingga kata-kata yang kamu ucapkan. Semua itu adalah petunjuk berharga yang akan membantu mereka menciptakan ruang yang benar-benar mencerminkan siapa dirimu. Jadi, ketika kamu bertemu dengan desainer, jangan ragu untuk menjadi dirimu sendiri. Bicarakan apa yang kamu sukai dan tidak sukai, tunjukkan contoh-contoh yang kamu kagumi, dan biarkan desainer bekerja dengan keahliannya. Hasilnya akan menjadi rumah yang tidak hanya indah, tetapi juga terasa seperti milikmu.